Sel. Mei 24th, 2022

Dampak Perang Kelompok, TNI – POLRI Gelar Pertemuan Dengan Warga Kelurahan Baraya

JPM – Kapolsek Bontola dan Danramil Bontoala gelar pertemuan dengan warga Kelurahan Baraya, Kec Bontoala di ruang rapat kantor Kecamatan Bontoala. Senin 17 januari 2022.

Pertemuan yang digelar atas dasar peritah Kapolrestabes Makasaar, gunanya untuk mencari solusi konflik yang selama ini terjadi di kelurahan Baraya, kec Bontoala, dimana suda beberpa bulan ini sering terjadi perang kelompok antara warga Baraya, kec Bontoala denga warga Bungaejaya, kec Tallo.

Warga yang diundang untuk menghadiri pertemuan tersebut cukup antusias, pasalnya warga sangat menginginkan konflik yang selama ini terjadi akan segera berakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Bontola Arman Nurdin mengatakan, pertemuan ini dilakukan berdasarkan perintah Kapolresrabes Makassar dan inisiatif warga untuk menyamakan persepsi serta mencari solusi terhadap perang kelompok yang kerap terjadi di wilayah Kelurahan Baraya,

Selain itu Camat Bontoala juga memberikan saran kepada warga agar melakukan kegiatan positif agar dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan warga.

“Apa yang selama ini terjadi di wilayah Baraya mungkin sangat tidak menguntungkan, alangkah baiknya kalau kita melakukan kegiatan yang positif agar dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan kita. Ujar Arman.

Hal ini di sambut baik oleh salah satu warga Baraya, menurt FT, “kami sangat berterimahkasi atas saran dari Pk Camat Bontoala, kiranya pemerintah setempat dapat menciptakan kegiatan poaitif sebagai wadah bagi remaja Baraya untuk menyalurkan kreatifitas mereka. Harap FT.

Selain itu, FT juga menepis isu yang tidak sedap yang selama ini di sangkakan ke dirinya, menurutnya dirinyalah yang selama ini membantu polisi ( Polsek Bontoala ) bila terjadi perang kelompok di wilayahnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek Bontoala juga menyampaikan ucapan terimah kasi kepada warga yang begitu antusias mengahidiri pertemuan tersebut.

Menurut Kapolsek Bontoala, Kompol Syamsuardi, “kami suda melakukan pertemuan yang suda kesekian kalinya untuk mencari solusi dan menyamakan persepsi agara perang kelopok dapat di hentikan.

“Kami suda melakukan pertemuan yang suda berkali kali namun belum mendapatkan solusi yang baik untuk meredam perang kelompok, semoga pertemuan ini adalah yang terakhir kalinya, kami juga meminta kepada ketua RW dan RT setempat agar lebih aktif untuk menjaga kantibmas di wiyahnya masing masing. Ucap Kapolsek Bontoala.

Kapolsek Bontoala juga mengeluarka stetmen tegas kepada pelaku perang kelompok, “kami akan menindak tegas kepada pelaku perang kelompok sesuai Undang Undang yang berlaku. Tegasnya.

 

Hal ini juga disampaikan Danramil Bontoala, bawa perang kelompok yang terjadi dari thn 90 an harus dihentikan, ia berharap agar masyarakat dapat menyadari konflik yang terjadi selama ini di Baraya, sangat tidak menguntungkan, kami sangat mengharapkan peran serta Ketua RW – RT dan tokoh masyarakat agar aktif dalam menyikapi konflik tersebut.