google-site-verification=fbNRZd_GGUcoASUx4OxdPp1QF8CMbm7AHZSxP2RDp7k
Rab. Jun 23rd, 2021

Dampingi Lima Ahli Waris, Ashari Setiawan Laporkan Tergugat Ke Polda Sulsel

JPM – Lima orang Ahli waris Almarhum H. Muh Said menggandeng jasa Advocat Ashari Setiawan dan Parnert. Mereka meminta bantuan hukum guna memperoleh keadilan atas hak tanah warisan orang tuanya.

Diketahui, lahan seluas 19 hektar milik Almarhum H Muh. Said berlokasi di jalan Galangan Kapal kel. Kalukubodoa kec. Tallo, diduga dikuasai sepihak oleh Ahisam Said salah seorang ahli waris H Muh Said. Sehingga disengketakan oleh lima ahli waris lainnya yang merasa tidak mendapatkan keadilan.

“Jadi kami mendampingi 90 persen dari ahli waris untuk melakukan pendampingan hukum dimana sampai detik ini ahli waris yang satunya itu masih ngotot menguasai obyek tanah,” ucap Ashari Setiawan, SH, kepada wartawan di kantornya jalan G. Bawakaraeng, Rabu (9/6/2021).

“Oleh karena itu kami tim penasehat hukum Ashari Setiawan dan Parnert, didampingi pihak kepolisian turun ke lokasi untuk mendampingi pemasangan papan bicara agar hak-hak dari klien kami dapat terpenuhi juga,” ungkapnya.

Ditempat sama, Penasehat Hukum Arie Dumais mengatakan bahwa telah mengantongi bukti bukti yang menguatkan lahan tersebut merupakan harta warisan yang seharusnya dibagi sama rata kepada ahli waris.

“Bukti Putusan pengadilan itu ada pembagian-pembagian di dalam, jadi tidak ada yang dapat lebih dan tidak ada yang dapat kurang semua haknya sama di mata hukum. Maka dari itu kami berharap bahwa proses untuk pembagian ahli waris atau sengketa tanah ini dapat terbagi dengan rata dan adil,” bebernya.

“Saat ini kami akan turun didampingi aparat kepolisian untuk melakukan pemasangan papan bicara dimana kami tidak menghilangkan ahli waris yang satunya, tetapi kami tetap mengikutkan, disini,” pungkasnya.

Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polda Sulsel pada Februari 2021 atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat pernyataan wasiat dan surat pernyataan ahli waris.

Sementara, ke lima orang Ahli Waris yang juga anak kandung dari Almarhum H. Muhammad Said berharap persoalan ini dapat segera selesai tanpa ada yang merasa dirugikan.

“Kami berharap dia terbuka, tolong tunjukkan di mana titik titik lokasi tanah almarhum, kemudian mari kita urus bersama sama. Semua tanah atas nama ayahanda Muh Said jangan dikuasai sepihak.” ujar Fatmawati Said salah seorang ahli waris.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *