13 Juli 2024

Hingga Saat Ini Amran Sulaiman Belum Juga Melunasi Pembayaran Lahan Ahli Waris Pato Bin Kopi

0

JPM – Ahli Waris Pato kopi
Menolak kehadiran wapres KH.Maruf Amin. atas undangan pencanangan baru pertama pembangunan mesjid di lokasi Ahlinya Pato kopi yang diprakarsai oleh Amran Sulaiman Mantan menteri pertanian,
Alasan penolakan tersebut karena lokasi yang rencananya akan dibangun sebuah mesjid termegah dengan menghabiskan biaya Ratusan miliar sementara lokasi Itu sendiri Belum dilakukan pelunasan oleh pihak pembeli Yaitu Amran Sulaiman.

Perlu diketahui bahwa proyek pembangunan mesjid termegah Ini dibangun diatas tanah Almarhum jasman yang merupakan menantu dari almarhum Pato kopi ketika kita akan Menuju ke lokasi pembangunan mesjid melewati lokasi Pato kopi yang juga sampai saat ini Pihak pembeli yaitu Pak Amran Sulaiman Mantan menteri pertanian juga Belum menyelesaikan pembayaran kedua lokasi tersebut dan kedua lokasi tersebut telah dia kuasai sejak tahun 2020, itulah alasan penolakan yang dilakukan oleh Ahli Waris jasman yang juga merupakan Ahli Waris Pato kopi karena jasman adalah Anak menantu dari Pato kopi.

Dari uraian tersebut diatas Ahli Waris Pato kopi yang juga Ahli Waris jasman merasa heran melihat bagaimana proses peralihan hak semua Ahli Waris lokasi Sudah dibanguni sementara belum dilakukan pelunasan, andapun pembayaran sudah tidak sesuai dengan prosedur yang biasanya transaksi jual beli itu dilakukan dihadapan Notaris atau pejabat lainnya seperti Camat Selaku pejabat pembuat Akte PPAT.

Sebagai Ahli Waris baik’ Dari Pato kopi juga Dari jasman menilai banyak kejanggalan yang terjadi akibat dari transaksi dan peralihan hak lokasi tersebut diantaranya
-Pihak pembeli salah’ dalam menunjuk Tim pembebasan Yaitu Nurfausiah Nuhri Uci
Yang melibatkan suaminya Rindu Asis
mengadu domba Ahli Waris Pato kopi

-Nurfausia Nuhri Uci Tidak memahami tentang tatacara pembebasan pembelian lahan sehingga banyak melakukan kesalahan dan tidak mengedepankan kebenaran dalam memprefikasi berkas
Termasuk menggunakan beberapa surat surat seperti Surat Tanah Rinci kuasa kuasa yg semua itu diragukan keabsahannya.

-Kemudian Nurfausia Nuhri Uci selaku koordinator Atau yg mewakili pihak pembeli bertindak sebagai pembeli pengurus dan pedagang rela melakukan pembohongan publik termasuk membohongi Ahli Waris Pato kopi dan juga Ahli Waris jasman kalo kami Tidak berhak Atas lokasi Itu setelah dia berikan beberapa Ahli Waris uang yang Tidak sebanding dengan harga Tanah Milik Pato kopi Yg sampai saat ini belum terbayarkan oleh pihak pembeli.

Menurut ahli waris, Seharusnya Amran Sulaiman membetuk Tim utk memeriksa Nurfausiah Nuhri Uci bersama dengan mitranya untuk memeriksa administrasi kelengkapan surat surat keuangan pertanggungjawaban keuangan karena ke Tuju ahli waris Pato kopi Belum Ada Yg pernah menerima uang sesuai dengan prosedur yaitu sesuai dengan harga Tanah warisan mereka.

“Pihak pembeli Amran Sulaiman Harus menarik kembali semua Dana yang telah diberikan kepada Nurfausiah Nuhri Uci untuk menghindari salah bayar karena Dana Yg telah dikeluarkan oleh Pihak pembeli baru’ pada tgl.6.10.2020 baru diantarkan kepada Ahli Waris dengan cara bervariasi seperti Satu Anak Pato kopi diserahkan sebesar 500juta dalam bentuk cek
Beberapa dalam bentuk cek 50.juta Ada Yg 60.juta Ada Yg 75.juta semuanya dikembalikan kepada Pihak Yg mengirimkan kami Tidak Mau lokasi kami Sudah dikuasai Terus dicicil seperti dipindahkan ke Pihak lain’ harganya Tidak kami ketahui tegasnya sebagai Ahli Waris Pato kopi dan jasman. Jelas Kuasa Suptituai Pato bin Kopi.

“Jika Pihak pembeli punya itikad baik’ untuk menyelesaikan masalah tersebut seharusnya meluangkan waktu untuk bertemu dengan 7Perwakilan Anak Pato kopi untuk mengetahui duduk persoalannya apa yang dilakukan oleh Kordinator Nurfausiah Nuhri Uci bersama suaminya kepada kami Ahli Waris pertemukan kami untuk kita bicarakan jalan keluarnya Tidak boleh Pak Amran Sulaiman bermain dibelakang layar karena bagaimanapun bapak Sudah meng-klaim kalo lokasi Itu sudah bapak beli dan Tidak menutup kemungkinan bapak sudah sertifikat kan atas nama Pihak lain’ Bisa Jadi keluarga bapak Atau perusahaan bapak Amran Sulaiman pasti’ suatu saat ketahuan. Tambahnya.

Ditempat yang sama Ahli Waris menjelaskan bahwa lokasi peninggalan nenek kami Pato kopi dan jasman Yang bapak kuasai sekarang dengan niat untuk membangun Tempat ibadah seharusnya Bapak bersihkan dari semua sisi karena itu menjadi ladang pahala buat bapak dan keluarga bapak Termasuk bagian dari mengangkat derajat Pak Amran Sulaiman Mantan menteri pertanian, membangun mesjid termegah di Sulawesi Selatan dan mengundang wakil presiden Republik Indonesia untuk pencanangan baru pertama hari Senin Tgl 9.10.2023 diliput oleh media Nasional televisi dan media lainnya itu adalah sebuah prestasi bapak tetapi bapak lupa bahwa Itu Mencederai hak kami sebagai Ahli Waris Yang belum terselesaikan dan jangan salahkan kami Ahli Waris kalo terpaksa kami juga Akan sampaikan fakta bahwa kami Ahli Waris Belum dilepaskan Hak kewarisan Yaitu Belum dibayarkan. Tegasnya.

“Terkait dengan hal tersebut perlu bapak ketahui bahwa Dari 7Ahliwaris Pato kopi telah memberikan kuasa subtitusi kepada Suharto Dan abd.Rahman Rani Badja dan Suharto dan abd Rahman Rani Badja relah mengalihkan kuasa subtitusi mereka kepada andi.darwis Selaku direktur utama PT Tri Barata Yudha thn 2016 dihadapkan notaris Irwan Ampulembang SH sehingga Yang berhak untuk melakukan transaksi adalah Andi Darwis bukan Yang lain’ karena kuasa dan perjanjian belum pernah dicabut oleh kami semua Ahli Waris Pato kopi itu clir dan tegas
Terhadap munculnya kuasa ke 2yang Atas Nama H.Mansur.Usman.Musakkir dan Supri dg.Tawang adalah akal akalan RINDU ASIS Yg mau mengambil alih hak Andi Darwis setelah beliau selesaikan tugasnya mengurus Sporadik Spop SPPT PBB dan kuasa H.Mansur Cs Sudah dicabut oleh jumakkara bersaudara dan dianggap Tidak berlaku lagi.

“perlu bapak ketahui bahwa Nurfausiah Nuhri Uci telah melakukan PJB di Kantor Notaris Senggeng pulaweng Paula pada Tgl 10.01.2020 bersama Suharto Dan abd.Rahman dan . mengeluarkan Dana sebesar 500.juta rupiah sebagai DP dengan kesepakatan 125.000/M Ada buktinya dengan akal’ akalan Suharto dan Rindu Asis di bulan Maret Bikin Lagi PJB di Notaris Senggeng pulaweng Paula Yg di TTD Oleh H.Mansur CS.dengan direktur CV Altir dengan Harga 62.500/M. Disinilah Mahfia Mulai bersaksi menghilangkan 62.500. Entah siapa yang simpan atau sembunyikan Bisa jadi juga adalah bagian Dari sebuah upaya menghindari pajak Yg Harus di setor kepada Negara
dan Satu Dari Pihak Yg pernah melakukan PJB di notaris Yaitu Abd.Rahman rani Badja sebagai salah satu pihak penjual Tidak pernah membatalkan PJB tersebut yaitu 125.000/Meter. Ujar salah satu Ahli Waris. Lanjutnya.

Dari semua uraian diatas kami Ahli Waris Pato kopi dan Ahli Waris jasman menolak kehadiran wapres untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid di lokasi peninggalan nenek dan bapak kami sebelum dilakukan pembayaran dan pelunasan untuk menghindari terjadinya kekisruhan dan keributan kami minta kepada wakil presiden Republik Indonesia untuk tidak menghadiri acara tersebut karena kehadiran wakil presiden Republik Indonesia adalah hadirnya simbol negara memasuki wilayah frifasi kami sebagai hak Ulayat kewarisan Yg belum Selesai Negara Tidak boleh berpihak kepada seseorang Atau kelompok apalagi Ini menyangkut dengan kewarisan dan keperdataan sebagai Ahli Waris Pato kopi dan jasman kami Akan melakukan perlawanan’ mempertahankan hak kami sampai titik darah penghabisan
Kami menyadari bahwa berat’ tantangan yang dihadapi oleh Ahli waris Pato kopi tetapi juga semua itu menjadi kewajiban bagi kami untuk mempertahankan insyaallah atas kejadian tersebut semoga Komnasham memantau Termasuk komisi kepolisian Nasional media Nasional media lokal
Saat ini sedang memantau perkembangan baik’ di lokasi maupun dimana kami Ahli Waris Pato kopi dan jasman Akan melakukan kompresi pers semoga Allah SWT memerangi jalan perjuangan kami dan kepada Pihak Yg merasa Ada kepentingan sebaiknya mencari solusi penyelesaian
Tetap semangat seramai ramainya pesta pasti’ Ada ujungnya. Tutup Ahli Waris.

Hingga berita ini tayang, Ahli Waris Masi menunggu niat baik Amran Sulaiman untk melakukan pelunasan pembayaran lahan ahli waris Pato bin Kopi.

Tinggalkan Balasan