13 Juli 2024

Miris, Oknum Wartawan Diduga Ambil Dana Liputan Yang di Serahkan Ahli Waris, Jumlahnya Tidak Main main

JP MAKASSAR I Miris salah satu oknum wartawan di kota makassar berinisial RI tega menilep dana liputan media yang jumlah mencapai puluhan juta rupiah, Rabu 19/06/2024.

Diketahui bahwa saat pertemuan pertama dengan 10 wartawan kepada seluruh ahli waris Pato Bin Kopi di bilangan jalan Antang saat itu akan melakukan jumpa pers atas dana yang belum di bayar oleh pihak A Amran Sulaiman, kemudian terjadi kesepakatan secara lisan oleh pihak Ahli waris atas dana yang akan diserahkan ke 10 awak media dengan jumlah Rp 10.000.000 per media.

“Kami Masi ingat saat (RI) dan Ahli waris mengatakan akan memberikan uang 10jt ke setiap media bila pembayaran tanah mereka suda di serahkan oleh A Amran Sulaiman. Papar salah satu awak media.

Ditempat terpisah salah satu ahli waris pato bin kopi kepada media ini mengungkapkan uang tersebut sebetulnya berjumlah 100 juta di peruntukkan uang media yang telah membantu mengangkat pemberitaan kala itu.

” Jadi uang di peruntukkan media yang meliput, dan saya hanya tahu kepada teman-teman semua, kalau rusdi itu hanya nonton saja apa yang dia urus itu tidak ada dan saya tahunya dia juga media ” Terang Anto kepada media di warkop samping Polsek Mamajang.

Dirinya juga menjelaskan bahwa aturan sebenarnya itu adalah 75 juta dengan 2 kali pencairan akan tetapi rusdi tetap ngotot dengan jumlah 100 juta dengan alasan banyak anak di belakang.

” Jadi dia bilang kasi cukup 100 saudara karena banyak anak-anak di belakang anak-anak yang dimaksud ialah kita-kita ini semua Karena pada hari itu kita kan kita ketemu di kantor pos semua ” Terang Anto

Permintaan 100 juta kata anto akhirnya di realisasikan lantaran kami melihat dari teman-teman media semua sewaktu ketemu di kantor pos, namun 100 juta tersebut dirinya potong 10 juta karena berhubung pada saat itu dirinya juga membutuhkan

” Saya bilang iya nggak apa-apa Ji saya kasih 100 saya kasih 100 pada saat itu tapi saya pinjam 10 karena saya mau pakai juga ” Terang Anto

Lebih lanjut kata Anto saat di berukan 100 rusdi hanya meminta pembagian untuk anak dan bukan dirinya, sehingga pembagian untuk dirinya pada saat pencairan kedua di kemudian hari

” Dia bilang Biar Mi saya di belakang, jadi dia bilang bahwa dia di belakang Pi karena kan perjanjiannya dua kali pencairan jadi dia bilang saya di belakang Pi Biar Mi anak-anak dulu jadi pada saat itu saya kasih ini karena saya hargai rekan-rekan media ” Tegas Anto

Selain itu kata anto tugas rusdi sebenarnya hanya sebatas membantu menyampaikan unek-unek ahli waris soal ribut-ribut dan adu argumen adalah kami ahli waris.

” Tugasnya itu hanya menyampaikan unek-unek ahli waris, jadi saya bilang seperti ini kalau cuma begitu jangankan ahli waris saya pun bisa jadi seperti itu dan saya bisa jauh lebih jauh daripada itu tapi kan saya masih hargai dia dan biar bagaimana dia adalah teman kita rekan-rekan media ” Terangnya

Anto juga menyebut meminta kepada rusdi agar di usahakan saja saya dikasih ketemu dengan salah satu ahli waris yang berseteru dan pada saat itu dirinyalah yang berdebat dan adu argumen dan pada saat itu rusdi hanya nonton saja karena kapasitasnya hanya sebatas saja

” Saya minta rusdi harus ketemu dengan saya dan anak-anak media juga terkait dana 90 juta tersebut, agar tidak ada di rugikan, saya kira ke 10 anak media sudah dibagikan semua namun kenyataannya kan tidak seperti itu ” Terang Anto

Salah satu ahli waris yang tertua Pato Win kopi Jumakkara yang tak sengaja bertemu di warkop sentral toddopuli tanggal 18/04/2024 pukul 15:56 mengatakan terkait dana 100 juta tersebut telah di berikan kepada Rusdi

” Kami sudah tidak sejalan lagi sehingga tidak dipakai dalam pengurusan ini banyak berita-berita Menurut kami tidak tersampaikan” Terang Jumakkara

Sementara itu Rusdi dalam Grup Whatsapp sebelum mengeluarkan beberapa jurnalis yang menuntut haknya di kembalikan, rusdi mengaku memberikan uang kepada rekan-rekan media 11% dari hasil pengurusannya dan dirinya mengaku berdarah darah dalam pengurusan

” Sangat luar biasa saya kasi mereka 11% tanpa bekerja…. Saya yang bekerja di lapangan hingga berdarah darah baru mau bagi rata ” Kilahnya

(RI) mengakui bahwa uang yang dia kasi ke 10 teman wartawan itu adalah bentuk pertemanan dan sebagai persen fiee yang dirinya terima dari ahli waris.

“Uang yang saya kasi ke 10 teman media itu adalah fiee dari saya bukan dari ahli waris, itu pun lebih saya kasi karena 11 persen, saya dapat 90jt sementara saya bagi itu 10jt. Ujar RI saat dikonfirmasi melalui via telepon.(*)