google-site-verification=fbNRZd_GGUcoASUx4OxdPp1QF8CMbm7AHZSxP2RDp7k
Sel. Nov 24th, 2020

OTK Yang Diduga Propokator Lontarkan Petasan Ke Rumah Warga Di Baraya

 

JPM – Pasca kesepakatan damai dideklarasikan oleh tokoh masyarakat Kelurahan Bunga ejaya dan Baraya di hadapan Kapolrestabes Makassar kondisi kedua wilayah mulai kondusif.

 

Namun kedamaian tersebut kembali diusik oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang melempar batu dan petasan ke arah rumah warga Baraya jalan Kandea.

 

Ilustrasi perang kelompok

Menurut keterangan warga setempat rentetan lemparan batu dan petasan berasal dari arah timur dan utara sekitar pukul. 01.30 Wita, Selasa (27/10/2020).

 

“Ada yang melempar petasan dan batu ke arah rumah kami, dari pinggir kanal satu kali lemparan petasan, tidak lama, ada lagi lemparan batu dan petasan dari utara sekitar 7 kali pak.” terang warga yang takut disebut identitasnya.

 

 

Hal tersebut sempat membuat panik, namun warga tidak menggubris letusan petasan yang diduga memancing kemarahan warga Baraya untuk kembali bertikai.

 

“Kita sudah capek liat ini perang perang, kita berharap komitmen aparat kepolisian bisa mengamankan kondisi wilayah ini. Apalagi sudah ada deklarasi damai yang disepakati kemarin.” ketusnya.

 

 

Dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kapolsek Tallo membenarkan terjadinya insiden tersebut. Ia menegaskan akan segera melakukan upaya pengamanan serta berkoordinasi dengan lurah dan tokoh masyarakat setempat.

 

 

“Mudah mudahan dalam waktu dekat ini bisa kami amankan pelakunya. Kami akan rapatkan lagi dengan pihak RT dan RW serta Lurah Bunga eja beru.” ujarnya.

 

Terpisah Kapolsek Bontoala Andriany Lilikay menanggapi singkat insiden yang terjadi di wilayahnya, “Semoga tidak ada yang terprovokasi.” singkatnya.

 

Sekedar diketahui empat hari lalu, deklarasi damai antara warga dua wilayah yakni Kelurahan Baraya kecamatan Bontoala dan Bungaeja kecamatan Tallo sudah dilaksanakan di Mako Polrestabes Makassar yang disaksikan Kapolrestabes Makassar Brigpol Yidiawan Wibisono, Kapolsek Bontoala Kompol Andriany Lilikay, Kapolsek Tallo Kompol Syahruddin, Camat dan lurah serta tokoh masyarakat kedua wilayah.

 

Sebelumnya juga atas inisiatif warga Baraya, membangun tembok pembatas di jalan inspeksi kanal Kandea yang menghubungkan akses ke dua wilayah untuk mengindari terjadinya perang kelompok.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *