google-site-verification=fbNRZd_GGUcoASUx4OxdPp1QF8CMbm7AHZSxP2RDp7k
Rab. Jun 23rd, 2021

Polisi Ini Jual Motornya dan Rela Berjalan Kaki Demi Mewujudkan Impiannya Membangun Pondok Pesantren

JPM РKisah inspiratif ini datang dari Aipda Zulkifli seorang anggota polri yang bertugas di polsek bontoala polrestabes makassar kota makassar ini mempunyai impian yang beda dengan polisi lainnya, pasalnya ia mengimpikan sejak dahulu membangun sebuah pondok pesantren yang tujuannya agar bisa mencetak banyak ulama atau melahirkan manusia berkualitas pada umat muslim, disisi lain salah satu tujuannya itu dengan latar belakang seorang anggota polri untuk bisa menimalisir tindak kejahatan, mengingat saat ini para pelaku kejahatan  pada umumnya adalah anak dibawah umur.

 

 

“Diera milineal saat ini di barengi dengan perkembangan maka tidak heran banyak anak-anak remaja sekarang yang sepertinya tidak mempunyai etika atau sopan santun sehingga banyak dari mereka itu melakukan tindak kejahatan, semua itu karena kurangnya pendidikan agamanya, sehingga disini saya terdorong untuk mendirikan ponpes ini dimana ini adalah impian saya sejak dulu”.Ucapnya (04/03/21).

 

Berawal pada tahun 2019 pada bulan september ia menjual motor miliknya seharga 19 juta selanjutnya uang tersebut dijadikan sebagai uang muka dari pembelian tanah yang kurang lebih luasnya hampir 1 hektare yang terletak di desa bontoala kecamatan palangga kabupaten gowa sulawsi selatan, dimana harga tanah tersebut sebesar 200 juta.

 

“Berselang setelah kira-kira sebulan Alhamdulilah serta atas ijin dari istri saya untuk merogoh isi rekening sehingga tanah itu sudah saya lunasi.”ucap ayah dari 5 anak ini.

 

Untuk mewujudkan impiannya itu terdapat kisah yang memilukan, bagaimana tidak setelah menjual motor miliknya ia sempat berhari hari berjalan kaki dari rumah ke kantornya, namun setelah rekannya mengetahui tentang itu akhirnya ia diberikan 1 unit motor untuk dipakai sehari harinya agar tidak berjalan kaki lagi.

 

“Bahwa setelah saya menjual motor saya sehari hari berjalan kaki untuk menuju ke kantor polsek bontoala dimana alamat rumah saya di jalan kubis yang kira-kira jaraknya sekitar 3 kiloan demi bisa mewujudkan impian saya”.ungkap zul.

 

Awal pembangunan ponpes dimulai pada tahun 2020 dengan bantuan dari rekannya sehingga dimulailah pembangunan ponpes itu, Alhasil setelah di awal tahun 2021 bangunan ponpes sudah 60% terlihat kemudian diberi nama Tahfidzul Qur’an Al Mulk, tak hanya merogoh kocek sendiri. Tapi Zulkifli¬† juga mengeluarkan tenaga saat proses pembangunannya.

 

 

Niat baiknya membangun gedung pondok itu untuk mendidik anak dengan dasar agama yang baik, ia juga akan merekrut anak yang mempunyai potensi atau dasar agama yang baik, dimana nantinya akan menjadi tenaga pendidik, “Di ponpes ini kami akan menjadikan santri yang pintar mengaji serta penghapal qur’an dan berpendidikan agama agar menjadi ulama yang hebat.”Pungkasnya.

 

Polsi yang sudah berdinas kurang lebih 20 tahun itu rela melakukan semuanya  karena ingin berbuat sesuatu yang positif, juga salah satu impiannya dari sejak dulu dan berharap setelah ponpes itu berjalan angka kriminalitas bisa menurun khususnya terhadap anak-anak yang dibawah umur.

 

Ia juga menambahkan bahwa dana di rekeningnya yang dikumpulkan selama 10 tahun hanya untuk melunasi lokasi pesantren yang saat ini di bangun.

 

Untuk mensukseskan niatnya 3 orang anaknya disekolahkan dipesantren dikalimantan dimana 1 diantaranya telah menghafal al Qur’an 30 juz

 

Ia juga akan menjual rumah yang terletak di samata dan uang penjualan tersebut akan di gunakan untuk pembelian lahan tanah perluasan pesantren. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *