26 September 2023

Sakit Hati Tidak Diberi Uang 3000 Rupiah, Pelaku Nekat Membakar Mobil Ekspedisi Al Husna


JP Makassar – Polres Pelabuhan Makassar Polda Sulawesi Selatan Melaksanakan Giat Press Release Kasus Pembakaran Tiga Unit Mobil di Jalan Balang Lompo Kecamatan Wajo Kota Makassar, Selasa (13/6/2023)

Kejadian pembakaran tiga (3) unit mobil yaitu pada hari rabu 7 juni 2023 pada pukul 04:00 wita pagi
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudhi Frianto menjelaskan awal mula kejadian pembakaran tiga unit mobil, awalnya tersangka waldi alias Ibol meminta uang sebesar Rp 3000 rupiah kepada seseorang yang merupakan sopir truk ekspedisi al husna, pada saat itu pelaku menganggap dirinya seorang preman di wilayah tersebut (preman Kampung).

” Pada saat pelaku meminta uang, Sopir truck tidak mau memberikan uang sebesar Rp 3000 kepada pelaku, karena merasa kecewa dan sakit hati kemudian pergi meninggalkan sopir truk itu.” Ucap AKBP Yudhi Frianto

Karena merasa kecewa dan sakit hati pada sopir truk dan menganggap dirinya (Waldi) adalah seorang preman di wilayah tersebut akhirnya pelaku kembali menggunakan sepeda bmx mengayuh dan merencanakan untuk membakar
“Tapi yang di bakar talinya saja supaya sebagai tanda bahwa sanya dia (waldi) adalah preman di wilayah itu.Namun yang terjadi pada saat pembakaran api itu makin membesar dan tidak bisa di kendalikan sehingga pelaku melarikan diri.”Kata

Kapolres Pelabuhan Makassar
Adapun Barang bukti yang di amankan dari tersangka yaitu celana, baju yang di gunakan pada saat pembakaran di TKP dan satu unit sepeda bmx serta korek api

Untuk Kerugian yang di tanggung expedisi al husna tiga unit kendaraan yang terbakar, Dua unit truk dan satu (1) unit honda Brio,semuanya di total sekitar Rp 547.000.000.

“Adapun pasal yang di tersangka kan kepada pelaku yaitu pasal 187 ayat 1 KUHP pidana dengan ancaman paling lama 12 tahun dan sekarang tahap yang dilakukan oleh polsek wajo dan polres pelabuhan makassar sudah melaksanakan perintah sidik dan akan di lanjutkan di lengkapi berkas dan di P 21 kan dan selanjutnya di tahap 2-kan untuk tersangka dan barang bukti.” Tutup AKBP Yudhi Frianto.(*)